Jumat, 04 Desember 2015

KANCIL MENCURI TIMUN


Pada suatu pagi yang sangat cerah. Matahari pun bersinar dengan indah. Pak Tani tengah bersiap-siap pergi ke ladang dengan sangat gembira dengan memanggul pacul.

''Aku akan pergi ke ladang untuk memeriksa kebun timunku, mungkin saja besok sudah bisa dipanen.'' Kata Pak Tani.

Sesampainya di kebun timun Pak Tani sangat terkejut. Buah timun di kebunnya banyak yang rusak.

''Hah... siapa yang berani merusak buah timunku ini. Mengapa harus dirusak? Aku bukan petani yang pelit, jika ada orang yang mau timunku ambil saja. Tapi tidak untuk dirusak''.
''Pasti hewan yang merusak dan mencuri kebun mentimun ku adalah si Kancil''. Gumam Pak Tani. 
Dengan hati muram Pak Tani pulang ke rumah. Ia menduga-duga hewan apakah yang suka makan mentimun.

Dengan terus berpikir, Pak Tani akhirnya berhasil mencari akal untuk menjebak si Kancil dengan membuat orang-orangan yang di beri pelekat sangat kuat. Menjelang sore orang-orangan itu sudah selesai dibuat dan di bawa ketengah kebun timun untuk di pasang.

''Aku tahu kancil hewan yang sangat cerdik, dia bisa melakukan apa saja untuk mencuri timunku''.

Ternyata dugaan Pak Tani benar, malam harinya Kancil datang untuk mengambil mentimun. Melihat orangan-orangan yang dibuatoleh Pak Tani, kancil hanya tertawa tawa.

''Haha.. hanya orang-orangan, siapa takut?'', seru kancil.

Setelah makan timun. Kancil menghampiri orang-orangan yang dibuat Pak Tani, muncul lah sifat jail si Kancil, Ia memukul orang-orangan itu dengan kaki depannya. Kancil hanya melewati orang-orangan itu. Ia memakan timun yang muda-muda. Ternyata tak banyak timun yang di makan si Kancil. Hanya 3 buah timun ia sudah merasa kenyang. Ia juga tidak merusak timun yang lainnya.

''Aduh… kenapa melekat seperti ini? Kaki ku tidak dapat di gerakkan!'' Kancil sangat kaget.!

''Hei orang-orangan jelek. Lepaskan kakiku. Kalau tidak, akan kupukul lagi kau!'' seru kancil.

Kancil memukul orang-orangan itu dengan kaki yang satu lagi.

''Plak!''... kini kedua kakinya menempel erat pada baju orang-orangan itu.

Pelekat yang di pasang Pak Petani di baju orang-orangan itu sangat kuat. Kancil tak bisa melepaskan diri. Sekuat tenaga ia berusaha tetapi tidak berhasil. Semalaman Kancil menangis.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Pak Tani sudah datang.

''Ku tangkap kau Kancil. Dasar biang kerok. Kau boleh mengambil dan memakan timunku Cil. Tapi tidak untuk merusak buah yang lain.''

''Ampun Pak Tani. Bukan aku yang merusak timunmu, aku hanya makan 2-3 buah timun. Dan perutku sudah merasa sangat kenyang.'' Mohon si Kancil.

Pak Tani tidak percaya dengan perkataan si Kancil. Leher si Kancil di ikat dan di seret Pak Tani ke rumahnya.

''Kancil . Batu ini sangat kuat. Kau tak dapat meloloskan diri dari sini. Aku akan pergi sebentar ke pasar untuk membeli bumbu sate.'' Sesampainya di rumah Pak Tani, Kancil langsung diletakkan di dalam kurungan ayam.

''Ampunilah aku Pak Tani, jangan sate aku. Dagingku pahit dan tidak enak'' Si Kancil merengek meminta ampun.

Pada saat Pak Tani pergi ke pasar untuk membeli bumbu sate, ada seekor anjing yang merupakan peliharaan Pak Tani datang menghampiri kurungan si Kancil. Anjing hitam itu bernama Moomoo.

''Kenapa kau di kurung?'' Tanya si Moomoo.

''Apa kau tak tau Moo?'' Kancil membalas pertanyaan Si Moomoo anjing milik Pak Tani.

''Katakan ada apa sebenernya Cil?''

''Begini Moo, aku ini akan di jadikan menantu oleh Pak Tani. Mangkannya Pak Tani pergi ke pasar untuk membeli makanan yang lezat-lezat untukku calon menantunya.''

''Hah..? Kamu itu tidak pantas Cil, badan mu kecil. Lebih baik aku saja yang menjadi menantu Pak Tani. Aku sudah bertahun-tahun menjadi peliharaannya.'' jawab Moomoo tidak terima.

''Tapi Pak Tani sudah memilih aku Moo. Sudah sana pergilah kau Moo!'' Kata kancil.

Si Moomoo tiba-tiba menggerang marah, ''Cil, kalau kau tidak mau aku gantikan sekarang juga batu yang ada di atas kurangan itu akan aku dorong dan lehermu akan ku gigit sampai putus.'' Seru Moomoo.

''Wah.. Jangan gitu dong !'' Balas kancil

''Mau apa tidak?''

''Baik-baik aku turuti keinginanmu.''

''Selamat Moo, sebentar lagi kau akan menjadi menantu Pak Tani.'' Kata Kancil sambil berlari kencang. Si Moo mendorong batu hingga terjatuh, kurungan itu terbuka dan Kancil keluar dari kurungannya. Sedangkan Moomoo menggantikkan Kancil masuk ke dalam kurungan.

Sesaat kemudian Pak Tani datang. Ia sangat kaget melihat Kancil yang berada di kurungan berubah menjadi Moomoo anjing peliharannya.

''Hormat saya calon mertua.'' Kata anjing dengan gembira.

''Calon Mertua katamu? Hey kamu kemanakan si Kancil.'' Pak Tani bertanya dengan nada gusar.

''Sudah pergi ke hutan Pak Tani !'' jawab Moomoo.

''Kau sungguh-sungguh mau menjadi menantuku?'' tanya pak tani.

''Benar sekali tuan.'' jawab Si Moomoo dengan gembira.

''Sekarang keluarlah dari kurungan itu, lau duduklah yang manis dan pejamkan mata. Aku akan segera memanggil putriku didalam rumah.''

Ireng segera menuruti permintaan dari Pak Tani. Dia sangat gembira karena akhirnya dia bisa menjadi keluarga dari Pak Tani.

''Ini hadiah untukmu !'' teriak Pak Tani memukul kepala dan punggung si Anjing.

''Tungguuuuuu…! Bleg ! bleg !. ampuuuunnn..!''

Si Moomoo menjerit dan melarikkan diri. Dia baru sadar bahwa telah terjebak dalam tipu muslihat si Kancil. Ia sangat marah karena ditipu si Kancil. '' Awas kau Kancil jika nanti ketemu akan ku gigit kau!'' Moomoo yang sangat marah karena di tipu si Kancil. Seluruh badannya masih terasa sakit setelaah di pukul Pak Tani. Anjing itu terus berlari sangat kencang mengejar si Kancil. 

Kancil sudah mencoba berlari sekencang yang dia bisa. Namun kecepatan si Kancil memang belum bisa dibandingkan dengan Moomoo yang merupakan anjing pemburu, maka dalam beberapa saat Si Moomoo sudah bisa berada di belakang Kancil.

''Wah gawat. Moomoo sudah berada dibelakangku,'' kata Kancil dalam hati. ''Aku harus segera bersembunyi.''

Dari cerita di atas dapat diambil pesan moral, bahwa :
- Janganlah kita melakukan kejahatan seperti mencuri karena sepandai-pandainya kita menyembunyikan kejahatan pasti suatu saat akan ketahuan juga.
- Jangan mudah percaya dengan kelicikan. Sebelum bertindak berpikirlah yang matang, jangan sampai menyesal dikemudian hari seperti si Moomoo anjing milik Pak Tani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar