Kamis, 03 Desember 2015

DONGENG SI KANCIL YANG SOMBONG DAN SIPUT YANG CERDIK

Pada suatu hari, kancil bertemu dengan siput di tepi sungai. Tanpa sengaja kancil bertemu dengan seeko siput yang juga sedang melitas di tepi sungai tersebut. Melihat siput merangkak dengan lambatnya, si kancil dengan sombong dan angkuhnya berkata.



“Hai siput, beranikah kamu lomba lari denganku ?”. Seru si kancil.
( ajakan tersebut terasa sangat mengejek, siput berpikir sebentar, lalu menjawab )


“Baiklah, aku terima ajakanmu dan jangan malu kalau nanti kamu sendiri yang kalah.” Jawab siput penuh percaya diri.


“Tidak bisa, masa jago lari sedunia mau dikalahkan olehmu, hai siput, si binatang perangkak nomor satu di dunia''. Ejek si kancil.


“Baiklah, ayo cepat kita tentukan harinya !” seru si kancil lagi.


“Bagaimana kalau hari minggu besok, agar banyak yang menonton.” Kata siput.


“Oke, aku setuju.” Jawab kancil.



Sambil menunggu hari yang telah ditentukan itu, siput mengatur taktik. Segera dia kumpulkan bangsa siput sebanyak-banyaknya. Dalam pertemuan itu, siput membakar semangat kawan-kawannya dan dengan geram mereka ingin mempermalukan kancil dihadapan umum. Dalam musyawarah itu, disepakatilah dengan suara bulat bahwa dalam lomba nanti setiap siput ditugaskan berdiri diantara rerumputan di pinggir kali. Diaturlah tempat mereka masing-masing. Bila kancil memanggil maka siput yang didepannya itu yang menjawab begitu seterusnya.

Sampailah saat yang ditunggu itu. Penonton pun sangat penuh. Para penonton datang dari semua penjuru hutan.



Kancil dan siput telah bersiap digaris start. Pemimpin lomba mengangkat bendera, tanda lomba di mulai. Kancil berlari sangat cepatnya. Semua tenaga dikeluarkannya. Tepuk tangan penonton kian menggema, memberi semangat kepada kancil. 
Setelah lari sekian kilometer, berhentilah si kancil. Sambil napas terengah-engah dia memanggil.



“Siput !” teriak si kancil.
“Ya, aku disini.” jawab siput.

Karena siput telah berada didepannya, kancilpun kembali lari sangat cepat sampai tidak ada lagi tenaga yang tersisa. Kemudia dia pun memanggil kembali.

“Siput !” teriak kancil lagi.
“Ya, aku disini''. lag-lagi suara siput terdengar di depan kancil.

Berkali-kali selalu begitu. Sampai pada akhirnya kancil lunglai dan tak dapat berlari lagi. Menyerahlah sang kancil dan mengakui kekalahannya. Penonton terbengong-bengong.

Siput menyambut kemenangan itu dengan senyuman saja. Tidak ada loncatan kegirangan seperti pada umumnya pemenang lomba.

Dari cerita di atas dapat kita petik hikmah bahwa '' Jangan mudah meremehkan orang lain. Fisik bukan lah penentu kegagalan atau keberhasilan seeorang. Rasa percaya diri dan pikiran yang jernih/ cerdas/ cerdik lah yang membawa seeorang pada kesuksesan masa depannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar